Masih teringat dengan jelas di Malam itu tanggal 19 Juni 2011 tepatnya. Aku mengajakmu makan malam di tempat ini. Bebek kaleyo di bilangan daerah Cempaka Putih. Beberapa minggu sebelum kuputuskan untuk menyampaikan niatan "itu" ke Ummi, aku sudah memikirkan matang-matang. Proses perkenalan itu diawali dari kesempatan bertemu denganmu bersama-sama teman-temanmu di Kota Tua. Dalam rangka TF Project YISC Al-Azhar. Sungguh ku bersyukur mendapatkan kesempatan itu. Semenjak hari itu, aku mulai lebih mengenalmu dan ingin tahu lebih tentangmu.
 |
| di Kota Tua, "bersamamu" |
Hingga tiba di ujung keyakinan yaitu "Mitsaqon gholizho",, ikrar yang kuat/perjanjian yang berat.. Karena sekali kita mengambil niatan "itu" maka menurutku tidak boleh ada kata "Iseng" kata "Coba-coba ah".. Harus penuh dengan pertimbangan dan pemikiran yang matang. Dan alhamdulillah akhirnya aku berani mengambil keputusan untuk "Mitsaqon gholizho".
 |
| Bebek Kaleyo Cempaka Putih |
Kembali ke lokasi bebek kaleyo. Kami tiba di tempat ini kurang lebih pukul 20.00-21.00. Sebelumnya dalam perjalanan, sepanjang jalan aku berpikir, bilang sekarang gak ya??? bilang gak ya??, Setibanya di bebek kaleyo pun, kepalaku masih penuh dengan pertanyaan-pertanyaan itu. Setelah kami memesan dua menu bebek goreng dan jeruk hangat kalo gak salah, aku mulai coba lebih mendalami pikiranku.. Dan akhirnya yang muncul adalah "BILANG SEKARANNGG, ATAU TIDAK SAMA SEKALI!!!!... Kapan lagi kamu bilang,, karena umurpun belum tentu menyapamu di Esok Hari". Selagi kami melahap makanan pesanan yang sudah datang, aku mulai membuka pembicaraan serius ke arah "itu"..
Dengan beberapa mukodimah untuk mengawali akhirnya akupun menyampaikan niatan "itu" kepada dia.
R :
Ummi, masih segar dalam ingatanku beberapa waktu lalu, kamu mengajukan proposal "Cinta" kepada Allah.. Bagaimana? sudah dijawab oleh Allah belum?
U :
hmmm,, iyaa benaaarr,, udah ngajuin kok,, cuman belum diberi jawaban sama Allah.. :))
R :
*Bismillahirahmanirrahim, dalam hati*, Kalau memang belum ada jawaban dari Allah, dan belum ada yang mengutarakan "itu" kepada Ummi, Rendra ingin mengajukan diri sebagai "jawaban dari Allah itu".. jika kamu mengijinkan, aku ingin bisa masuk di proposal yang kamu Ajukan kepada Allah..
U - R :
sunyi senyaap beberapa saat
R :
terdiam, menunggu scene apa yang akan terjadi berikutnya.. *hammer*
U :
hmmm,, *masih kaget*
R :
kamu gak harus jawab sekarang kok.. :)
U :
iyaa, aku boleh ya gak jawab sekarang..
R :
Iya, boleh :)
Dan kamipun mulai melanjutkan menghabiskan makanan Bebek yang rasanya sudah mulai aneh.. ^_^
Dalam perjalanan pulang mengantarkannya,, dia pun bertanya,, kenapa aku?.. pertanyaan itu sebenarnya sudah aku duga pasti akan muncul.. Akhirnya aku pun menjawab : kamu itu orangnya ceria, kamu itu orangnya penuh energi positif,, aku melihat sosok wanita tangguh yang kuharapkan bisa mendampingiku kelak.. Intinya aku bisa melihat diriku di sosokmu yang luar biasa.. Selain itu ada beberapa rasa tentang Cinta yang tak bisa diungkapkan lewat kata..
*dan kita berdua akhirnya kembali terdiam serta diiringi lagu dan obrolan-obrolan ringan saat itu..
_dalam perjalanan menjemput takdir cinta dari Allah Swt_