Selasa, 25 Oktober 2011

[Daily Episode] : belum ketemu judul

melakukan itu harus 
membuka itu baru 
memahami itu tahu
mengerjakan itu penuh
menjalani itu konsisten 
mencintai itu mau
mengerti itu ikhlas
menghadapi itu mampu
menyerahkan itu percaya

Jumat, 21 Oktober 2011

[Daily Episode] : CintaMu dan Cinta Kita

   Sesungguhnya, detik yg terlewat hingga tahun yg terlupa, penuh dengan Cinta Allah Swt kepada ciptaanNya yaitu manusia. Kita ada karena cinta. Karena cinta Allah dua orang insan dipertemukan. Dan insyaAllah aku pun mencintai hambaNya karena Allah Swt demi separuh DienNya. Semua ada, semua terjadi, atas kehendakNya dan atas CintaNya. CintaNya tiada henti, tinggal bagaimana kita mewujudkan cinta kita kepada Allah Swt sebagai hamba pilihanNya. 

   Menurut dia, Cinta adalah "Doa", Cinta adalah "Rela" dengan Cinta kita menerima apa adanya serta saling memperbaiki keduanya..

Cinta memerlukan pengenalan, disusul dengan pengertian, lalu penghormatan dan tanggungjawab, serta kesetiaan. Lalu ingatlah bahwa kesetiaan bukan saja menuntut pecinta menepati janji-janjinya, tetapi juga memelihara nama baik kekasihnya dan membantunya memperbaiki penampilan dan aktifitasnya, serta menutupi kekurangannya, bahkan berkorban untuknya - M. Quraish Shihab - 


Rabu, 19 Oktober 2011

[Daily Episode] : Copas "Selingan" dari blog-mu

Sepertinya ada Kaitannya dengan beberapa hari sebelumnya.. (19 Juni 2011)

Jadi mari merendah padaNYA, semoga kamu aku, kita mendapat petunjuk yang terbaik

Rabu, 22 Juni 2011
=================================================================== 
Selingan
Dan.... dan ketika do'a besar mu, mulai terbuka gerbangnya....
maka kuserahkan sepenuhnya padaNya... Dia Yang Maha Sempurna, Yang Menata semua urusan hambaNya. Dia Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

-mohon petunjukMu, Tuhan..:)
 ==================================================================

“Illâhii, anugerahilah aku kepasrahan-total kepada-Mu, dan sinari mata-mata-hatiku dengan pancaran penglihatan kepada-Mu, hingga mata-mata-hati itu mengoyak hijab-hijab(yang menutupi) cahaya itu dan mencapai sumber Keagungan-(Mu), dan(jadikan) ruh-ruh kami terpancang dalam ambang kesucian-Mu.

(Cuplikan Munajat-i Sya’ban yang sering dikutip Ayatullah Khomeini dalam berbagai kesempatan di-sepanjang masa hidupnya)

Jumat, 14 Oktober 2011

[Daily Episode] : mengajukan diri sebagai "pria hebat"-mu

    Masih teringat dengan jelas di Malam itu tanggal 19 Juni 2011 tepatnya. Aku mengajakmu makan malam di tempat ini. Bebek kaleyo di bilangan daerah Cempaka Putih. Beberapa minggu sebelum kuputuskan untuk menyampaikan niatan "itu" ke Ummi, aku sudah memikirkan matang-matang. Proses perkenalan itu diawali dari kesempatan bertemu denganmu bersama-sama teman-temanmu di Kota Tua. Dalam rangka TF Project YISC Al-Azhar. Sungguh ku bersyukur mendapatkan kesempatan itu. Semenjak hari itu, aku mulai lebih mengenalmu dan ingin tahu lebih tentangmu.
di Kota Tua, "bersamamu"

Hingga tiba di ujung keyakinan  yaitu "Mitsaqon gholizho",, ikrar yang kuat/perjanjian yang berat.. Karena sekali kita mengambil niatan "itu" maka menurutku tidak boleh ada kata "Iseng" kata "Coba-coba ah".. Harus penuh dengan pertimbangan dan pemikiran yang matang. Dan alhamdulillah akhirnya aku berani mengambil keputusan untuk "Mitsaqon gholizho".
Bebek Kaleyo Cempaka Putih

    Kembali ke lokasi bebek kaleyo. Kami tiba di tempat ini kurang lebih pukul 20.00-21.00. Sebelumnya dalam perjalanan, sepanjang jalan aku berpikir, bilang sekarang gak ya??? bilang gak ya??, Setibanya di bebek kaleyo pun, kepalaku masih penuh dengan pertanyaan-pertanyaan itu. Setelah kami memesan dua menu bebek goreng dan jeruk hangat kalo gak salah, aku mulai coba lebih mendalami pikiranku.. Dan akhirnya yang muncul adalah "BILANG SEKARANNGG, ATAU TIDAK SAMA SEKALI!!!!... Kapan lagi kamu bilang,, karena umurpun belum tentu menyapamu di Esok Hari". Selagi kami melahap makanan pesanan yang sudah datang, aku mulai membuka pembicaraan serius ke arah "itu"..     
    Dengan beberapa mukodimah untuk mengawali akhirnya akupun menyampaikan niatan "itu" kepada dia.
R : Ummi, masih segar dalam ingatanku beberapa waktu lalu, kamu mengajukan proposal "Cinta" kepada Allah.. Bagaimana? sudah dijawab oleh Allah belum?
U : hmmm,, iyaa benaaarr,, udah ngajuin kok,, cuman belum diberi jawaban sama Allah.. :))
R : *Bismillahirahmanirrahim, dalam hati*, Kalau memang belum ada jawaban dari Allah, dan belum ada yang mengutarakan "itu" kepada Ummi, Rendra ingin mengajukan diri sebagai "jawaban dari Allah itu".. jika kamu mengijinkan, aku ingin bisa masuk di proposal yang kamu Ajukan kepada Allah..
U - R : sunyi senyaap beberapa saat
R : terdiam, menunggu scene apa yang akan terjadi berikutnya.. *hammer*
U : hmmm,, *masih kaget*
R : kamu gak harus jawab sekarang kok.. :)
U : iyaa, aku boleh ya gak jawab sekarang..
R : Iya, boleh :)
Dan kamipun mulai melanjutkan menghabiskan makanan Bebek yang rasanya sudah mulai aneh.. ^_^
   Dalam perjalanan pulang mengantarkannya,, dia pun bertanya,, kenapa aku?.. pertanyaan itu sebenarnya sudah aku duga pasti akan muncul.. Akhirnya aku pun menjawab : kamu itu orangnya ceria, kamu itu orangnya penuh energi positif,, aku melihat sosok wanita tangguh yang kuharapkan bisa mendampingiku kelak.. Intinya aku bisa melihat diriku di sosokmu yang luar biasa.. Selain itu ada beberapa rasa tentang Cinta yang tak bisa diungkapkan lewat kata..
*dan kita berdua akhirnya kembali terdiam serta diiringi lagu dan obrolan-obrolan ringan saat itu..

_dalam perjalanan menjemput takdir cinta dari Allah Swt_