Kamis, 15 Desember 2011

[Daily Episode] : mengingat m.a.t.i - dzikrul m.a.u.t

   Baru saja saya membuka email, mata saya tertuju pada subject [Berita Duka].. Senior kami di kampus diberitakan meninggal karena mengalami gagal ginjal di umur yang masih terbilang muda. Kata kematian, mati, pejah, sedo, tutup usia, meninggal dunia, wafat, masuk liang lahat.. Beberapa kata tersebut tentunya memiliki makna yang sama, yaitu sama-sama sudah waktunya menutup mata, waktunya menghadap yang kuasa, waktunya meninggalkan semua yang kita punya, siapa saja yang kita kenal, terutama orang-orang yang penuh arti di sekeliling kita. *Sambil garuk-garuk kepala,, kira-kira angka berapa ya yang tertulis di lauhul mahfudz sana???.. Ah berapapun angkanya semoga si saya kelak bisa terlebih dahulu membina keluarga bersama istri idaman, membangun keluarga dengan landasan Islam yang mulia, hingga melahirkan insan yang menjunjung tinggi Islamnya diatas segala.. Amin2x ya Rabbal Alamin.. *praying...

   Merinding rasanya ketika saya menekan tombol keyboard ini sehingga merangkai sebuah kata yaitu mati. Beberapa waktu yang lalu, di komunitas ngaji yang saya ikuti, kebetulan sedang membahas tentang tata cara pengurusan jenazah.. Mulai dari memandikan hingga mengkafani. Bukan prosesnya yang ingin saya bahas,, tentunya sudah banyak tutorial atau bahkan ilmu para pembaca sudah dalam level kelas fasih/mummtaz.. Salah satu pengalaman berharga untuk saya, karena pada saat itu saya menjadi sukarelawan untuk menjadi Sang Jenazah.. Sebuah kehormatan, dan kengerian untuk saya pribadi.. Bahwasannya kali itu saya akan benar-benar merasakan bagaimana rasanya dibungkus bagaikan lemper.. Hanya saja menggunakan kain kafan.. Wajarnya, seorang jenazah tidak akan pernah merasakan rasanya ketika dia mulai dimandikan dan dibalut dengan kain kafan.. Karena wajarnya jenazah = yang sudah mati..

   Berbeda rasanya ketika saya yang masih waras,, melek selebar mata saya, sadar sesadar-sadarnya, merasakan serta mengalami bagaimana rasanya terbungkus terbalut dengan kain kafan.. *merinding lagi.. Ada nuansa yang berbeda yang saya rasakan ketika itu.. Walaupun teman-teman dengan terbahak-bahak menertawakan saya bagaikan lemper yang dibungkus daun pisang kala itu,, tapi saya sungguh sangat bersyukur, mendapatkan pengalaman mati sejenak itu.. Dari situ saya belajar merasakan bagaimana rasanya terbalut kain kafan tanpa ada daya dan upaya untuk bisa berontak dan lantang mengatakan bahwa saya masih ingin hidup 1000 tahun lagi.. *kata Chairil Anwar.. Betapa tidak berdayanya manusia ketika kubur menyapa..
*lagi-lagi merinding...

   Kematian adalah sebuah fase dimana semua yang hidup pasti akan menyambutnya.. Nafas berhenti, pandangan mulai menghilang, merasakan dahsyatnya sakit ketika ajal menjemput (menurut riwayat, serasa ditusuk dengan pedang 300 kali) hingga roh meninggalkan jasad.. Sesungguhnya fase ini adalah fase yang penuh dengan kemuliaan dimana manusia akan segera bertemu dengan Sang Maha Pencipta yaitu Allah Swt.. Saya teringat sebuah petikan dari Al-Imam Hasan Al-Basri, "Puncak kesenangan bagi seorang mukmin ialah ketika ia bertemu dengan Allah Swt. Maka hari kematian baginya adalah hari kegembiraan, kesenangan, keamanan, kemegahan serta kemuliaan".. Belajar dari petikan itu, bahwa kita sebagai umat Islam, umat terbaik sepanjang masa,, dari Agama Islam yang Rahmatan lil Alamin, harus mempergunakan kemampuan akal di Otak kita tanpa batasan prosentase, untuk memaksimalkan usaha, dan berjuang penuh dalam rangka menumpuk bekal dan tabungan untuk menjemput kematian kita.. Mempersiapkan sebaik mungkin agar kelak kita menjadi manusia yang menjemput kematian yang Khusnul Khatimah.. Kenapa saya katakan "menjemput", karena sesungguhnya ujung dari perjalanan hidup kita yang singkat di bumi ini adalah mati.. *merinding lagi..
   Orang yang cerdas adalah orang yang tahu persis tujuan hidupnya. Kemudian mempersiapkan diri sebaik-baiknya demi tujuan tersebut. Maka, jika akhir kesempatan bagi manusia untuk beramal adalah kematian, mengapa orang-orang yang cerdas tidak mempersiapkannya?
Ibnu Umar radhiyallaahu ‘anhuma berkata, “Suatu hari aku duduk bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang lelaki dari kalangan Anshar, kemudian ia mengucapkan salam kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama?’ Rasulullah menjawab, ‘Yang paling baik akhlaqnya’. Kemudian ia bertanya lagi, ‘Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?’. Beliau menjawab, ‘Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.’ (HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy. Syaikh Al Albaniy dalam Shahih Ibnu Majah 2/419 berkata : hadits hasan)

   Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu beliau berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Perbanyaklah mengingat pemutus segala kelezatan’, yaitu kematian. (HR. At Tirmidzi, Syaikh Al Albaniy dalam Shahih An Nasa’iy 2/393 berkata : “hadits hasan shahih”)
Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaly hafizhahullah menjelaskan perihal hadits di atas, “Dianjurkan bagi setiap muslim, baik yang sehat maupun yang sedang sakit, untuk mengingat kematian dengan hati dan lisannya. Kemudian memperbanyak hal tersebut, karena dzikrul maut (mengingat mati) dapat menghalangi dari berbuat maksiat, dan mendorong untuk berbuat ketaatan. Hal ini dikarenakan kematian merupakan pemutus kelezatan. Mengingat kematian juga akan melapangkan hati di kala sempit, dan mempersempit hati di kala lapang. Oleh karena itu, dianjurkan untuk senantiasa dan terus menerus mengingat kematian.”

Faktor-Faktor yang Dapat Mengingatkan Kematian
[1] Ziarah kubur, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berziarah kuburlah kalian sesungguhnya itu akan mengingatkan kalian pada akhirat” (HR. Ahmad dan Abu Daud dan dishahihkan oleh Al Albani)[7]
[2] mengunjungi mayit ketika dimandikan dan melihat proses pemandiannya
[3] menyaksikan proses sakaratul maut dan membantu mentalqin
[4] mengantar jenazah, menyolatkan, dan ikut menguburkannya
[5] membaca Al Qur’an, terutama ayat-ayat yang mengingatkan kepada kematian dan sakaratul maut. Seperti firman Allah Ta’ala yang artinya, “Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya” (QS. Qaaf : 19)
[6] merenungkan uban dan penyakit yang diderita, karena keduanya merupakan utusan malaikat maut kepada seorang hamba
[7] merenungkan ayat-ayat kauniyah yang telah disebutkan Allah Ta’ala sebagai pengingat bagi hamba-hambaNya kepada kematian. Seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, banjir, tanah longsor, badai, dan sebagainya
[8] menelaah kisah-kisah orang maupun kaum terdahulu ketika menghadapi kematian, dan kaum yang didatangkan bala’ atas mereka

Faidah Mengingat Kematian
Di antara faidah mengingat kematian adalah : [1] memotivasi untuk mempersiapkan diri sebelum terjadinya kematian; [2] memendekkan angan-angan, karena panjang angan-angan merupakan sebab utama kelalaian; [3] menjadikan sikap zuhud terhadap dunia, dan ridha dengan bagian dunia yang telah diraih walaupun sedikit; [4] sebagai motivasi berbuat ketaatan; [5] sebagai penghibur seorang hamba tatkala memperoleh musibah dunia; [6] mencegah dari berlebih-lebihan dan melampaui batas dalam menikmati kelezatan dunia; [7] memotivasi untuk segera bertaubat dan memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat; [8] melembutkan hati dan mengalirkan air mata, mendorong semangat untuk beragama, dan mengekang hawa nafsu; [9] menjadikan diri tawadhu’ dan menjauhkan dari sikap sombong dan zhalim dan; [10] memotivasi untuk saling memaafkan dan menerima udzur saudaranya.[8]

Semua makhluk yang bernyawa, pasti merasakan indahnya kematian, bertemu dengan RabbNya, hingga kelak dipersatukan kembali dengan sang Istri sebagai bidadari SurgaMu.
tut tut tut tut tut tut tut tut, bunyi alarm ingat mati..
Wallahu A'lam Bishowab. Semoga bermanfaat.
rendra

Senin, 05 Desember 2011

[Daily Episode] : Love this song, "Love is Y.O.U"

Intro : C – F – C – FC – G
This is how I feel
Am – Em
Whenever I’m with you
F – Em
Everything is all about you
Dm – G
Too good to be true
C – G
Somehow I just can’t believe
Am – Em
You can lay your eyes on me
F – Em
If this is a fairytale
Dm – G
I wish it will end happily
F – Em
Even though we are apart
Dm – C
I can feel you here next to me
F – Em
Here and now I will vow
Dm – G
Stay with me
Reff:
C – G
Let me love you
Am – Em
With all my heart
F – Em
You are the one for me
Dm – G
You are the light in my soul
C – G
Let me hold you
Am – Em
With my arms
F – Em
I wanna feel love again
Dm – C
I wanna feel love again
F – Em
I wanna feel love again
Dm
Cuz I know
G – C
Love is you

Jumat, 02 Desember 2011

[Yearly Episode] : Hari ini hari Bapak Sedunia, selamat Ulang Tahun Bapak terhebatku..

   Bapak, setengah Abad lebih satu tahun sudah kau berjuang demi anak-anak serta istrimu. 51 Tahun.. Bukan hanya sekedar angka tentunya.. 51 Tahun yang sungguh sangat berarti dan bermakna.
   Tak banyak yang bisa kulakukan ditengah perjuanganmu memeras keringat, memutar otak demi tetap mengepulnya dapur di rumah, anak-anak yang senantiasa ceria menjalani hari-harinya.
   Dibalik kekerasan sifatmu, argumentasi denganku yang terkadang berujung membeku.. Sungguh kau adalah sosok pejuang nyata di depan mataku.. 
   Sungguh kata salut luar biasapun rasanya kurang dan tidak cukup untuk bisa menggambarkan betapa besarnya perjuangan serta pengorbananmu yang engkau lakukan tanpa kata pamrih dan lelah demi keluarga.
   Semoga kelak aku bisa lebih berbakti kepadamu, menyeka peluh keringatmu, mendengarkan ceritamu, dan memberikan yang terbaik untukmu, Bapak.
   Doaku senantiasa kupanjatkan kepada Allah Swt, agar kau menjadi Imam serta kepala keluarga yang adil serta amanah, menjadi panutan dan teladan yang luar biasa baiknya untuk keluarga, Rajin beribadah, serta diberikan sisa umur yang bermanfaat untuk menyambut dunia serta menjemput kekalnya akhirat..
   InsyaAllah kelak aku akan menjadi sepertimu, mencontoh segala kebaikanmu,, sosok bapak yang selalu menjadi Imam dengan penuh tanggung jawab, memberikan naungan serta lautan nyaman, tentram dan aman bagi keluarga.. Merangkul dengan lembut, serta mengarahkan biduk Rumah Tangga ke arah kekal yang Indah di alam abadiNya..


selamat Ulang Tahun Bapak terhebatku.. Ranu Siswoyo..


Intro : A F#m D Bm E
C#m D A D E A
D A D A

A                     D
Di matamu masih tersimpan
             A
Selaksa peristiwa
E                        D
Benturan dan hempasan terpahat
         A
Di keningmu

E                
Kau nampak tua dan lelah
     Bm
Keringat mengucur deras
E                 A           D
Namun kau tetap tabah ehemm

A                       D
Meski nafasmu kadang tersengal
Bm                       E
Memikul beban yang makin sarat
          A        D A D A
Kau tetap bertahan

reff
A                       D                   A
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
E                        D           A
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
E                           Bm
Bahumu yang dulu kekar legam terbakar matahari
E                     A         D
Kini kurus dan terbungkuk ehemm

A                        D
Namun semangat tak pernah pudar
Bm                      E
Meski langkahmu kadang gemetar
          A
Kau tetap setia

D   E                  A
Ayah dalam hening sepi kurindu
D    E                  A
Untuk menuai padi milik kita
       Bm              E       A
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
       Bm              E            A   D A D A
Anakmu sekarang banyak menanggung beban

Kamis, 01 Desember 2011

[Daily Episode] : Lagu Favorit kami Berdua

   Malam itu setelah kami menikmati makan malam di Garang Asem di Deretan Ruko di Depan Mall of Indonesia Kelapa Gading, hal selanjutnya yang kami lakukan adalah sekalian mampir ke Mall of Indonesia.. Mampir ke Megablitz MOI menyempatkan untuk menonton salah satu film. Setibanya kami di lokasi pembelian tiket, dengan pedenya saya datang ke counter untuk member megablitz,, dan dengan cueknya saya bertanya ke penjaga counter tiket tersebut, *mbak mau beli tiket pesawat nih,, eh tiket bioskop dink.. hehehe.. **masnya udah punya id card member megablitz??,, *waduh saya blm punya nih mbak.. **kalau blm punya, beli tiketnya di sebelah sana ya mas,, #sambil memberi petunjuk arah..
   Dia yang menemaniku hanya tersenyum-senyum sambil bilang,, *aduuhh itu kan ada tulisannya tadi pembelian tiket untuk member.. **oooh,, gitu yaaa,, sambil tetep cengar-cengir si sayanya.. #dunk dunk dunk ,, hahahehehahahehe... Setibanya kami di depan mas-mas penjaga tiket,, karena kami tidak punya rencana sebelumnya mau nonton apa,, akhirnya kami putuskan untuk nonton "Planet of The Apes".. Saat itu waktu menunjukkan masih pukul 20.30,, sedangkan jadwal tayangnya kurang lebih masih setengah jam kemudian.. Akhirnya kamu putuskan untuk sholat Isya' terlebih dahulu..
   Sekembalinya kami menuju ke Megablitz, telinga kami menangkap ada suara petikan gitar dan lantunan nyaring suara sang vokalis.. Kami memutuskan mencari sumber suara tersebut dan ternyata ada live acoustic music di tengah-tengah stand baru yang cukup unik di 100% Indonesia kalau ngak salah.. Suara vokal dan iringan music akustik, memang membuat telinga kami dimanjakan.. Asik sekali rasanya kami berdua menikmati pertunjukan itu.. Sampai-sampai jam pertunjukan filmnya sebenarnya sudah mulai, tapi kami-pun masih asik duduk di situ..
   Lagu berikutnya dimulai dengan petikan-petikan gitar,, lagu tersebut sama-sama baru kami dengarkan kali itu.. Entah kebetulan atau tidak,, lirik lagu itu juga tertera di buka yang baru dibeli oleh dia.. Judul buku itu "sakinah bersamamu".. Ralattt --> ternyata Judul Bukunya "yang Galau yang meracau".. LUPAAA,, tepok jidat pake bataaa... Judul lagu itu sendiri adalah "Marry Me" Mulai saat itu lagu itu menjadi lagu favorit kami berdua.. Sering kami mendengarkannya di mobil,, ketika karaoke pun lagu itu pasti masuk di songlist pilihan kami berdua..
   Ini dia lagunya,, Marry Me By Train,,

Marry Me - Train
  
C                       G              G5
Forever could never be long enough for me
Am                    G                F
To feel like Ive had long enough with you
C                     G               G5
Forget the world now we wont let them see
Am                           F
But theres one thing left to do
C                            F
Now that the weight has lifted
C                               F
And love has surely shifted my way

Chorus

 C      G G5       Am               F
 Marry me          today and every day
 C      G  G5      Am                              F
 Marry me          if I ever get the nerve to say hello in this cafe
 F                            C  Csus4  C
 Say you will (hmm)  say you will (hmm)   

C                        G               G5
Together could never be close enough for me
Am                  G              F
To feel like I am close enough to you
C                       G              G5
You wear white and Ill wear out the words
Am                         F
I Love You and Youre Beautiful
C                     F
Now that the wait is over
C                                  F
And love has finally shown her my way   (Repeat Chorus)

Bridge

Bb           F       C          G
Promise me youll always be happy by my side
Bb            F       C                G     F
I promise to sing to you when all the music dies

 C         G   G5   Am               F
 Marry me          today and every day
 C         G  G5   Am                              F
 Marry me          if I ever get the nerve to say hello in this café
 F                            C   Csus4  C
 Say you will (hmm) say you will (hmm)
 F
 Marry me