Kamis, 10 November 2011

[Daily Episode] : S.Y.U.K.U.R

   Pagi ini terasa sedikit berbeda, mengucap syukur Alhamdulillah, masih diijinkan oleh sang maha pemilik hidup untuk menghirup udara paginya untuk kesekian kali. Kenapa berbeda, karena entah kenapa kelopak mata kanan saya bagian atas mulai memBENGKAK sejak kemarin sore. Ya, berbeda rasa melihat seperti biasanya ketika tidak ada rasa cenut-cenut ketika melihat sebuah objek. Bisa menggerakkan kedua bola mata ke segala arah yang diingini tanpa takut terasa nyeri. Yang pengen saya garis bawahi disini adalah ketika kita bisa merasakan apa yang tidak biasa, tetapi seharusnya bisa menjadi biasa. Karena memang begitu wajarnya. Ada kalanya kita bisa merasakan waras, baik-baik saja ketika kita dalam kondisi yang benar-benar sehat wal afiat tidak ada kurang satu apapun. Seharusnya bisa menjadi biasa ketika kita mengalami kondisi tubuh yang tidak biasa, karena sejatinya sakit atau derita pasti dialami oleh yang bernyawa. Kalau bisa disebut ujian, yang begini ini termasuk ujian kecil tak sampai di ujung kuku jari kelingking saya. Ukurannya seharusnya seperti itu. Dan seharusnya pula, dengan rasa sakit yang tidak seberapa dibandingkan sakit2 lainnya dimana jika saya mengeluh, sudah sepantasnya saya dilempar, dijitak dengan sandal kayu yang made in Indonesia itu katanya.. (It's Called kelompen atau bakiak klo ndak salah).

Lumayan tambah bengkak kalo dilempar pake ini kali yaak,, hehehe
   Fase inilah yang disebut dengan Mengeluh. Apalagi dengan kondisi badan, ada yang sempet bilang beberapa waktu lalu, "Mas kecapekan paling".  Wajar memang, manusia itu memang tempatnya mengeluh. Diberi sedikit badan yang menghangat, diberi sedikit cenut-cenut cekot-cekot, akhirnya aduh, sakit, aduh, pusing. Yaaaa,, kembali ke fitrah manusia yang suka mengeluh. Hal yang menurut saya menjadikan pribadi yang lemah pada akhirnya jika terbiasa mengeluh. Nah, karena manusia dengan berbagai kekurangannya salah satunya memiliki sifat humanis ini "mengeluh", maka alangkah luar biasa cerdasnya ketika kita mengimbangi bahkan berbuat lebih dengan yang namanya "mensyukuri", bersyukur atas nikmat Allah Swt yang tiada henti mengalir ke pundi-pundi manusia yang sering cepat kosong. Sadar atas trilyunan akses mudah untuk menikmati nikmat Allah yang tiada hentinya untuk kita.

Pada udah hafal di luar kepala kan salah satu ayat yang disebut berulang di Al-Qur'an surat Ar-Rahman yang bunyinya :

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

(Salah satu ayat di Surat favorit orang istimewa di hatiku)

   Kembali ke manifestasi rasa syukur itu bagi kalangan manusia dan hamba-Nya yang meng-imani, mem-per-cayai, bahwa nikmat dari Allah itu tidak ber-batas. Kita sebagai manusia dituntut bahkan oleh diri kita sendiri agar sadar dan peka atas nikmat2nya yang terkadang terlupa-kan. Bahkan bisa dibilang sakit-nya manusia itu adalah sebuah nikmat yang Allah berikan kepada kita, sehingga ada alarm, bahwa kita harus mengingat kembali, kita ada di dunia yang indah ini hanya karena DIA.. Kita bisa melompat, menari, riang gembira hanya atas kasih dan sayangNya. Bagaimana kita bisa mendekat dan mengingat kembali agar kita tetap berada dalam koridor Iman Islam yang lurus dijalanNya. "Aku bisa bertemu denganmu pun karenaNya". Kita bisa sampai pada hari ini, menjadi seperti ini hanya karena Allah Swt. Apalagi yang bisa kita banggakan di hadapanNya yang maha segala, selain terus memperbaiki iman di hati agar semakin menjadi hamba2Nya yang pandai bersyukur atas nikmatNya yang tiap detik terus men-supply kita tanpa batasan waktu. Akupun sesungguhnya masih jauh dari kata pandai ber-syukur itu. Tapi marilah kita mati-matian belajar untuk mencapai setidaknya bisa sampai pada alamat itu, bisa mengetuk pintu itu, masuk kedalamnya, tinggal didalamnya dan beraktifitas penuh sehari-hari di dalam Rumah yang disebut dengan "RASA SYUKUR" itu..

"Semoga kita tergolong hamba2Nya yang pandai mensyukuri Nikmat Allah Swt yang diberikan kepada kita"

Amin3x Ya Rabbal Alamin.

[Daily Episode] : kalau bener serius ketemu sama papa aja dulu.

   Malam itu aku menjemput dia di sebuah mall di bilangan blok M. Kurang lebih seminggu semenjak tanggal 19 Juni 2011, ku ajukan proposal itu. Setibanya di tempat, aku menunggunya sejenak, yang sedang nonton film dengan teman-temannya di ohio dulu. Sekitar setengah jam kemudian, kutemui dia yang tampak anggun berbalutkan busana rapi berwarna pink, bawahan warna putih atau krem kalau ndak salah, berkerudung melewati belakang telinga, memakai sepatu sandal high heels, dan menggunakan kacamata favoritnya.. Sejenak aku beramah-tamah dengan teman-teman ohio, hingga mereka-pun satu persatu mulai beranjak pulang.. Wajar juga karena waktu seingatku kala itu sudah menunjukkan pukul 10.30 pm..

   Hingga tinggal kita berdua, dan akhirnya kita pun meninggalkan mall di bilangan blom M itu.. Selanjutnya perjalanan pun kami lanjutkan, dengan sarannya, kami pun meluncur ke pasar festival untuk melanjutkan obrolan dengan tempat yang lebih nyaman ketimbang ngobrol-ngobrol di mobil.. Setiba di tempat tersebut, setelah melihat sekilas, pilihan akhirnya jatuh di sebuah tempat yang menurut kami lumayan buat dijadikan tempat ngobrol-ngobrol..

Restoran Tekko, Pasar Festival
   Kami masuk disambut dengan dekorasi bangku kursi kayu ditambah dengan pot yang digantung di kiri dan kanan pintu masuk, dengan kap lampu yang digantung dan ditempeli dengan dedaunan. Saat itu pelayan datang dan kami memesan makanan. Karena perut juga terasa sudah penuh, kita hanya memesan makanan dan minuman ringan saja kala itu.. Selanjutnya kami-pun mulai mengobrol santai, hingga kuajukan pertanyaan kelanjutan dari seminggu sebelumnya.. Jadi bagaimana, sudah ada-kah keputusan atau jawaban dari-mu tentang proposal yang sudah aku ajukan padamu seminggu yang lalu.. (Cerita Seminggu yang lalu itu bisa dibaca disini).. Selanjutnya obrolan-pun mulai beranjak serius.. Dia mengatakan, saat ini ada juga pria selain aku yang mengajukan diri kepada dia.. Jadi kalau memang aku benar-benar serius, dia berkata, ketemu sama papa saja dulu.. Dia juga bercerita kebetulan papa, mama beserta adiknya akan berkunjung ke Jakarta dalam waktu seminggu ke depan ini.. Ada acara keluarga besar rekan kerja papa, mengadakan tour jalan-jalan ke IbuKota.. Jadi kalau mau ketemu, bisa di waktu itu.. Beberapa detik setelah itu, tanpa pikir panjang karena aku sudah matang-matang mempertimbangangkan hal ini seminggu yang lalu, maka aku jawab baik aku mau bertemu dengan papa kamu.. Setelah aku memutuskan untuk bertemu dengan keluarganya, kusampaikan juga, sebelumnya dia juga harus meminta izin kepada keluarganya, karena aku tidak ingin mengganggu acara keluarganya yang sejatinya melakukan tour ke ibukota.. Jika memang di jakarta tidak bisa, maka aku pun menyanggupi akan berangkat ke rumahnya di daerah istimewa itu.. Setelah obrolan-obrolan itu selesai, kami melanjutkan perjalanan untuk mengantarnya pulang ke kos.. Malam itu merupakan salah satu babak baru dalam hidupku, dimana seminggu setelah ini aku akan menghadap sosok hebat papa, mama, adik kecilmu yang kelak jika kita ditakdirkan untuk berjodoh, maka mereka-lah sosok keluarga baru untukku..
  Ya Rabb, terima kasih atas segala kesempatan yang kau atur sedemikian rupa indahnya.. Doa-doa selama ini yang tak lekang lelah kupanjatkan kepadamu setiap saat, dalam perjalanan menjemput separuh dien-Mu..

-25 Juni 2011-

_dalam perjalanan menjemput takdir cinta dari Allah Swt_