Jumat, 02 Desember 2011

[Yearly Episode] : Hari ini hari Bapak Sedunia, selamat Ulang Tahun Bapak terhebatku..

   Bapak, setengah Abad lebih satu tahun sudah kau berjuang demi anak-anak serta istrimu. 51 Tahun.. Bukan hanya sekedar angka tentunya.. 51 Tahun yang sungguh sangat berarti dan bermakna.
   Tak banyak yang bisa kulakukan ditengah perjuanganmu memeras keringat, memutar otak demi tetap mengepulnya dapur di rumah, anak-anak yang senantiasa ceria menjalani hari-harinya.
   Dibalik kekerasan sifatmu, argumentasi denganku yang terkadang berujung membeku.. Sungguh kau adalah sosok pejuang nyata di depan mataku.. 
   Sungguh kata salut luar biasapun rasanya kurang dan tidak cukup untuk bisa menggambarkan betapa besarnya perjuangan serta pengorbananmu yang engkau lakukan tanpa kata pamrih dan lelah demi keluarga.
   Semoga kelak aku bisa lebih berbakti kepadamu, menyeka peluh keringatmu, mendengarkan ceritamu, dan memberikan yang terbaik untukmu, Bapak.
   Doaku senantiasa kupanjatkan kepada Allah Swt, agar kau menjadi Imam serta kepala keluarga yang adil serta amanah, menjadi panutan dan teladan yang luar biasa baiknya untuk keluarga, Rajin beribadah, serta diberikan sisa umur yang bermanfaat untuk menyambut dunia serta menjemput kekalnya akhirat..
   InsyaAllah kelak aku akan menjadi sepertimu, mencontoh segala kebaikanmu,, sosok bapak yang selalu menjadi Imam dengan penuh tanggung jawab, memberikan naungan serta lautan nyaman, tentram dan aman bagi keluarga.. Merangkul dengan lembut, serta mengarahkan biduk Rumah Tangga ke arah kekal yang Indah di alam abadiNya..


selamat Ulang Tahun Bapak terhebatku.. Ranu Siswoyo..


Intro : A F#m D Bm E
C#m D A D E A
D A D A

A                     D
Di matamu masih tersimpan
             A
Selaksa peristiwa
E                        D
Benturan dan hempasan terpahat
         A
Di keningmu

E                
Kau nampak tua dan lelah
     Bm
Keringat mengucur deras
E                 A           D
Namun kau tetap tabah ehemm

A                       D
Meski nafasmu kadang tersengal
Bm                       E
Memikul beban yang makin sarat
          A        D A D A
Kau tetap bertahan

reff
A                       D                   A
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
E                        D           A
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
E                           Bm
Bahumu yang dulu kekar legam terbakar matahari
E                     A         D
Kini kurus dan terbungkuk ehemm

A                        D
Namun semangat tak pernah pudar
Bm                      E
Meski langkahmu kadang gemetar
          A
Kau tetap setia

D   E                  A
Ayah dalam hening sepi kurindu
D    E                  A
Untuk menuai padi milik kita
       Bm              E       A
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
       Bm              E            A   D A D A
Anakmu sekarang banyak menanggung beban

Tidak ada komentar:

Posting Komentar